Siapakah Yesus Dalam Islam - Vetezi.In/Wp-Admin/Options-General.Php

Siapakah Yesus Dalam Islam

Yesus Kristus, sosok sentral dalam agama Kristen, juga memiliki posisi penting dalam Islam. Sebagai salah satu dari 25 nabi yang disebutkan dalam Al-Qur’an, Yesus memainkan peran penting dalam ajaran dan sejarah agama Islam. Artikel ini akan mengulas pandangan Islam tentang Yesus, mengeksplorasi hubungannya dengan Nabi Muhammad, dan menyoroti pengaruhnya terhadap perkembangan Islam.

Meskipun perbedaan teologis, Islam dan Kristen memiliki kesamaan dalam menghormati Yesus sebagai seorang nabi yang diutus oleh Tuhan. Namun, interpretasi dan pemahaman mereka tentang Yesus berbeda secara signifikan, memberikan wawasan menarik tentang perspektif agama yang berbeda terhadap tokoh sejarah yang sama.

Pandangan Islam tentang Yesus

siapakah yesus dalam islam terbaru

Dalam Islam, Yesus (Isa dalam bahasa Arab) dihormati sebagai seorang nabi yang diutus oleh Allah. Ia dipandang sebagai salah satu dari lima nabi teragung, bersama dengan Adam, Nuh, Ibrahim, dan Muhammad.

Yesus sebagai Nabi

Al-Qur’an dengan jelas menyatakan bahwa Yesus adalah seorang nabi yang membawa pesan tauhid dan bimbingan bagi umat manusia. Beberapa ayat yang mendukung pandangan ini antara lain:

  • “(Ingatlah) ketika para malaikat berkata: “Wahai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra) yang namanya Al Masih, Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah).” (QS. Ali Imran: 45)
  • “Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.” (QS. Al Baqarah: 136)

Mukjizat Yesus

Selain diakui sebagai seorang nabi, Islam juga mengakui beberapa mukjizat yang dilakukan oleh Yesus, seperti:

  • Lahir dari seorang perawan
  • Menghidupkan orang mati
  • Menyembuhkan orang sakit

Status Ketuhanan

Namun, Islam tidak mengakui Yesus sebagai Tuhan atau Anak Tuhan. Al-Qur’an secara tegas menyatakan bahwa Allah adalah Esa dan tidak memiliki anak.

Beberapa ayat yang mendukung pandangan ini antara lain:

  • “Katakanlah: “Dialah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. Al Ikhlas: 1-4)
  • “Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti penciptaan Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia.” (QS. Ali Imran: 59)

Hubungan Yesus dengan Muhammad

quran luqman hakim

Dalam Islam, Yesus (Isa) dan Muhammad dipandang sebagai nabi-nabi Tuhan yang diutus untuk membimbing umat manusia. Meski memiliki peran yang berbeda, keduanya dianggap sebagai utusan Tuhan yang membawa ajaran-ajaran penting.

Perbandingan Peran

  • Yesus: Diyakini sebagai Mesias yang diutus untuk menyelamatkan umat manusia dari dosa melalui pengorbanannya di kayu salib.
  • Muhammad: Dianggap sebagai nabi terakhir dan penyempurna ajaran agama-agama sebelumnya, membawa wahyu terakhir Tuhan melalui Al-Qur’an.

Pandangan sebagai Utusan Tuhan

Dalam Islam, Yesus dan Muhammad sama-sama dipandang sebagai utusan Tuhan yang membawa pesan dan bimbingan ilahi. Ajaran mereka dianggap sebagai wahyu dari Tuhan, dan umat Islam diwajibkan untuk mempercayai dan mengikuti ajaran mereka.

Namun, terdapat perbedaan dalam cara mereka dipandang sebagai utusan Tuhan. Yesus dipandang sebagai Anak Tuhan, sedangkan Muhammad dianggap sebagai hamba dan rasul Tuhan. Perbedaan ini didasarkan pada keyakinan Islam bahwa Tuhan adalah Esa dan tidak memiliki anak.

Ajaran Yesus dalam Islam

Islam mengakui dan menghormati ajaran Yesus, yang dikenal sebagai Isa dalam Al-Qur’an. Ajaran-ajarannya yang dihormati dan diakui meliputi cinta kasih, pengampunan, dan keadilan.

Cinta Kasih

  • Al-Qur’an mengajarkan bahwa Yesus adalah “roh dari Allah” (QS. 4:171) dan “firman-Nya yang diwahyukan kepada Maryam” (QS. 3:45).
  • Yesus mengajarkan pentingnya mengasihi Tuhan dan sesama manusia (QS. 4:163).
  • Dalam hadis, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidak beriman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri” (HR. Bukhari dan Muslim).

Pengampunan

  • Al-Qur’an menyatakan bahwa Yesus adalah “utusan Allah yang membawa kabar gembira dan peringatan” (QS. 5:19).
  • Yesus mengajarkan pentingnya pengampunan, bahkan kepada musuh (QS. 5:39).
  • Dalam hadis, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa yang memaafkan (kesalahan saudaranya), Allah akan melimpahkan kepadanya pahala yang berlipat ganda” (HR. Ahmad).

Keadilan

  • Al-Qur’an menggambarkan Yesus sebagai “utusan Allah yang datang untuk menegakkan keadilan” (QS. 5:46).
  • Yesus mengajarkan pentingnya menegakkan keadilan dan melawan penindasan (QS. 4:135).
  • Dalam hadis, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk rupa dan harta kalian, akan tetapi Ia melihat kepada hati dan amal kalian” (HR. Muslim).

Pengaruh Yesus pada Islam

Kehidupan dan ajaran Yesus memainkan peran penting dalam perkembangan Islam. Konsep-konsep Kristen, seperti Trinitas dan Penyaliban, ditafsirkan ulang dalam konteks Islam.

Konsep Trinitas dalam Islam

Dalam Islam, Trinitas (Bapa, Anak, dan Roh Kudus) ditolak. Muslim percaya pada keesaan Tuhan (tauhid) dan bahwa Yesus hanyalah seorang nabi, bukan Tuhan atau anak Tuhan.

Konsep Penyaliban dalam Islam

Muslim percaya bahwa Yesus tidak disalibkan, melainkan diangkat ke surga oleh Tuhan. Mereka berpendapat bahwa Yudas Iskariot, salah satu murid Yesus, disalibkan sebagai gantinya.

Perspektif Muslim tentang Yesus

Dalam Islam, Yesus dipandang sebagai salah satu nabi yang diutus oleh Allah, bersama dengan para nabi lainnya seperti Adam, Nuh, Musa, dan Muhammad. Ia dianggap sebagai nabi penting yang membawa ajaran tentang kasih, pengampunan, dan keselamatan.

Pandangan Sunni, Syiah, dan Sufi

Ada beberapa perbedaan pandangan tentang Yesus di antara sekte-sekte utama dalam Islam, yaitu Sunni, Syiah, dan Sufi:

  • Sunni: Pandangan mayoritas Muslim Sunni adalah bahwa Yesus adalah nabi manusia yang lahir dari seorang perawan melalui keajaiban Allah. Ia dianggap sebagai Mesias yang diramalkan dalam Perjanjian Lama, namun ia tidak dianggap sebagai Tuhan atau anak Tuhan.
  • Syiah: Muslim Syiah percaya bahwa Yesus adalah nabi yang diutus oleh Allah dan memiliki status yang lebih tinggi daripada nabi-nabi lainnya. Mereka percaya bahwa Yesus akan kembali pada akhir zaman sebagai Imam Mahdi, sosok penyelamat yang akan membawa keadilan dan kedamaian.
  • Sufi: Sufi, yang berfokus pada mistisisme dan pengalaman spiritual, memiliki pandangan simbolis tentang Yesus. Mereka melihat Yesus sebagai perwujudan dari cinta dan kebijaksanaan Tuhan, dan ajaran-ajarannya sebagai jalan menuju pencerahan spiritual.

Dialog Antaragama

Dialog antaragama sangat penting untuk mempromosikan pemahaman dan kerja sama antara Muslim dan Kristen. Kedua agama memiliki banyak kesamaan, termasuk kepercayaan pada satu Tuhan, ajaran tentang cinta kasih dan keadilan, serta komitmen terhadap perdamaian dan keadilan sosial.

Inisiatif dan Upaya untuk Memajukan Dialog Antaragama

Banyak inisiatif dan upaya telah dilakukan untuk memajukan dialog antaragama antara Muslim dan Kristen. Beberapa contohnya meliputi:

  • Pusat Dialog Interagama (CID) di Universitas Oxford, yang mempromosikan penelitian dan pendidikan tentang dialog antaragama.
  • Aliansi Antaragama, sebuah organisasi global yang mempromosikan kerja sama dan saling pengertian antara orang-orang dari berbagai agama.
  • Konferensi Antaragama, yang diselenggarakan secara berkala untuk memfasilitasi dialog dan kerja sama antara para pemimpin agama dari berbagai agama.

Upaya-upaya ini telah membantu menciptakan iklim yang lebih saling menghormati dan pengertian antara Muslim dan Kristen, dan telah berkontribusi pada terciptanya masyarakat yang lebih harmonis dan toleran.

Terakhir

Memahami pandangan Islam tentang Yesus sangat penting untuk mempromosikan dialog antaragama dan kerja sama. Dengan mengakui kesamaan dan perbedaan dalam keyakinan kita, kita dapat membangun jembatan pemahaman dan menciptakan dunia yang lebih harmonis dan penuh kasih.

Pertanyaan Umum yang Sering Muncul

Apakah Muslim percaya bahwa Yesus adalah Tuhan?

Tidak, Islam tidak menganggap Yesus sebagai Tuhan, melainkan sebagai seorang nabi yang diutus oleh Tuhan.

Bagaimana pandangan Islam tentang Penyaliban Yesus?

Islam tidak percaya bahwa Yesus disalibkan, tetapi diangkat ke surga oleh Tuhan.

Apakah umat Islam menghormati Yesus?

Ya, umat Islam sangat menghormati Yesus sebagai nabi Tuhan dan menganggapnya sebagai salah satu nabi terbesar.

Leave a Comment